Back to Home
Life Experience

Work Trip Journal: Menjaga Performa Server DRC NeuCentrix & Menikmati Suasana Batam

Zainun Kamal
7/27/2026
3 views

πŸ“Œ Introduction

Perjalanan dinas luar kota bagi seorang praktisi infrastruktur IT selalu memiliki dua sisi kegiatan: tanggung jawab menjaga sistem agar tetap up and running 24/7, serta kesempatan menikmati kebudayaan dan kuliner lokal tempat lokasi Data Center berada.

Kali ini, tujuan dinas kami adalah Disaster Recovery Center (DRC) NeuCentrix Batam Center. Sebagai salah satu fasilitas data center vital yang menghubungkan Data Center kantor saya dan Data Center Telkom di NeuCentrix di Pulau Batam, NeuCentrix menjadi lokasi strategis bagi kami untuk menempatkan server cadangan (disaster recovery). Perjalanan 3 hari 2 malam ini tidak hanya diisi dengan udara dingin raised floor ruang server, tetapi juga dipenuhi petualangan kuliner, plot twist penanganan insiden remote, hingga drama logistik penerbangan pulang.

Berikut adalah catatan perjalanan serta pengalaman berharga yang saya dapatkan selama kunjungan ke Batam.

πŸ“ Pengalaman Perjalanan

✈️ Hari Pertama: Keberangkatan, DRC Checking, dan Kuliner Seafood

Perjalanan kami dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Hang Nadim Batam (BTH) menggunakan maskapai Citilink. Setibanya di Batam, agenda pertama kami adalah mengisi energi dengan menyantap sarapan khas di Mie Tarempa. Tekstur mienya yang kenyal disajikan dengan kuah gurih berbumbu rempah dan taburan potongan ikan cakalang menjadi hidangan penyambut yang sangat pas untuk membuka perjalanan ini.

Setelah perut terisi, kami langsung meluncur ke tujuan utama kami, yaitu NeuCentrix Batam Center. Di fasilitas DRC ini, kami melakukan serangkaian peninjauan dan pekerjaan infrastruktur teknis. Kami memulai dengan physical inspection dan environment check untuk mengevaluasi temperatur serta kelembaban ruang server, sistem pendingin (PAC), hingga stabilitas pasokan daya dari UPS dan PDU. Selanjutnya, kami melakukan update , ILO version, server version, dan upgrade Harddisk NAS. Sesi pekerjaan di NeuCentrix ditutup dengan verifikasi akses remote management seperti iLO, iDRAC, dan IPMI, serta memastikan konektivitas jaringan interkoneksi ke Data Center Jakarta berjalan lancar.

Selesai merampungkan tugas tahap pertama di NeuCentrix, kami bergeser untuk menikmati makan siang di Yong Kee Batam Center yang sangat terkenal dengan olahan Sup Ikan Batam-nya yang segar dan tanpa bau amis. Selesai makan siang, kami menuju Hotel Santika untuk melakukan check-in dan meletakkan barang bawaan. Sore harinya, kami menyempatkan diri singgah ke pusat perbelanjaan Top 100 Mall Grand Batam untuk melihat-lihat dan berburu beberapa oleh-oleh serta makanan ringan. Hari pertama ditutup dengan makan malam seafood yang menyenangkan di daerah Harbour Bay, tepatnya di Weiwei Seafood, di mana kami menyantap sajian laut segar langsung di tepi pantai sambil menikmati angin malam kota Batam.

## πŸ’» Hari Kedua: Drama Server Error, Sunset Nongsa, dan Begadang Troubleshooting

Hari kedua dimulai sangat awal sekitar pukul tiga pagi. Kami sudah terbangun di kamar hotel untuk nonton bareng laga sepak bola antara Argentina melawan England, di mana kami bergabung menyaksikan siaran mulai dari menit ke-50. Setelah pertandingan selesai, saya melangkah menuju Masjid Agung Batam untuk menunaikan Sholat Subuh berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan jalan santai menyegarkan badan di jogging track Alun-alun Batam Center sebelum kembali ke hotel untuk mandi dan sarapan.

Namun, sebuah kejutan teknis terjadi usai sarapan. Saat kami melakukan pengecekan rutin kondisi server secara remote dari hotel, kami mendeteksi adanya error sistem yang menyebabkan OS server DRC gagal booting dengan normal. Menyadari perlunya media instalasi OS baru, kami berencana membagi waktu antara menyelesaikan agenda lapangan dan menangani masalah server tersebut. Sebelum kembali fokus ke server, kami sempat mampir ke Pantai Melur. Namun karena cuaca matahari yang sangat terik dan menyengat, kami hanya mampir sebentar lalu melanjutkan perjalanan untuk makan siang seafood yang sangat lezat di Love Seafood daerah Tanjung Piayu.

Selesai makan siang, kami bergerak mampir ke toko komputer terdekat untuk membeli flashdisk baru karena kami lupa membawa flashdisk bootable dari kantor. Kami juga menyempatkan diri mampir ke kompleks ruko Top 100 daerah Nagoya untuk membeli tambahan oleh-oleh. Karena kunjungan ke Pantai Melur sebelumnya kurang maksimal akibat cuaca panas, kami beralih mencari tempat bersantai di daerah Nongsa, yaitu di Tiger Beach Club & Restaurant. Di sana kami duduk santai memesan es kopi dan makanan ringan sambil menikmati pemandangan sunset pantai yang sangat memukau.

Setelah menikmati matahari terbenam, kami bergerak cepat mampir kembali ke NeuCentrix Batam Center khusus untuk mencolokkan flashdisk bootable yang sudah disiapkan ke server target agar proses instalasi ulang dapat dikendalikan secara remote dari hotel. Selesai dari NeuCentrix, kami kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak, lalu keluar makan malam menyantap Martabak HAR di daerah Nagoya. Malam itu menjadi ajang perjuangan teknis bagi saya. Saya harus tidur sangat larut malam karena harus fokus penuh melakukan troubleshooting, re-instalasi, dan fixing server yang error secara remote hingga seluruh fungsi sistem dipastikan kembali normal.

✈️ Hari Ketiga: Perjalanan Pulang

Dampak dari begadang hingga dini hari membuat saya bangun kesiangan sekitar pukul 05.30 WIB, sehingga tidak sempat pergi ke masjid maupun jogging track. Pagi itu dimaksimalkan di kamar hotel untuk melakukan pengecekan akhir dan memastikan seluruh service serta workload di server DRC NeuCentrix sudah berjalan 100% normal tanpa kendala. Setelah sarapan di hotel, kami bersantai sejenak menunggu waktu check-out. Sebelum mengarahkan kendaraan ke bandara, kami mampir sekali lagi ke Mie Tarempa untuk memesan Luti Gendang setengah matang sebagai oleh-oleh wajib yang memang sangat enak dan tahan lama.

Sesampainya di Bandara Hang Nadim Batam, drama penerbangan dimulai saat mengantre masuk bagasi maskapai Super Air Jet. Konter bagasi baru dibuka pukul 12.00 WIB setelah kami menunggu sekitar 30 menit. Dilema overweight pun terjadi karena maskapai hanya menyediakan jatah bagasi 10 kg per orang, sehingga total kuota rombongan kami (5 orang) adalah 50 kg, sedangkan total timbangan barang kami mencapai 59 kg. Akhirnya kami harus membayar kelebihan bagasi 9 kg sebesar Rp68.000 per kg, dan koper pribadi saya pun terpaksa dialihkan untuk dibawa masuk ke dalam kabin.

Karena kami mendapat antrean pertama saat konter bagasi dibuka, kami masih memiliki waktu untuk menunaikan Sholat Jumat sekitar pukul 12.15 WIB. Berbeda dari beberapa tahun lalu di mana sholat jamaah bisa dilakukan di dalam terminal, kini seluruh jamaah diarahkan ke Masjid Bandara yang baru dan megah di luar terminal. Perjalanan berjalan kaki dari terminal menuju masjid ini membutuhkan pertimbangan dan kewaspadaan ekstra karena belum tersedia jalur khusus pejalan kaki maupun fasilitas penyeberangan jalan yang memadai.

Selesai sholat, kami melalui pemeriksaan barang bawaan kabin di mana masalah kembali muncul. Casing harddisk berbahan besi dengan sudut agak tajam yang saya bawa memicu kecurigaan petugas AVSEC saat melewati pemindai X-Ray. Setelah koper diperiksa ketat dan kami berikan penjelasan teknis, beruntung ada petugas senior yang memahami jenis perangkat IT tersebut sehingga barang diperbolehkan dibawa ke kabin (mengingat pada kunjungan masa lalu, tang crimping kami sempat disita). Sambil menunggu waktu boarding, kami memutuskan makan siang di dalam bandara. Awalnya kami cukup percaya diri, namun sempat terkejut saat melihat harga seporsi Nasi Ayam Penyet mencapai Rp75.000, padahal di Bekasi harganya sekitar Rp25.000. Meskipun terasa mahal, kami tetap menikmati hidangan tersebut sambil tertawa bersama.

Tiba di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan membawa banyak oleh-oleh, mobil penjemput dari kantor ternyata tidak muat untuk menampung seluruh rombongan dan barang bawaan. Akhirnya kami memesan satu mobil tambahan dari layanan Golden Bird (Bluebird Group), dan saya mendampingi pimpinan saya menaiki mobil Toyota Innova Zenix. Sepanjang perjalanan, kami berbincang dengan pengemudi dan mendapat wawasan baru mengenai hirarki layanan Bluebird Group, di mana Golden Bird menerapkan sistem fixed price khusus area bandara dengan pilihan kendaraan premium seperti Denza, BYD M6, Alphard, hingga Innova Zenix. Untuk perjalanan menuju Tambun Selatan, Bekasi menggunakan Zenix, tarifnya diharga Rp615.000. Pengemudi yang ramah tersebut juga sangat kooperatif saat kami meminta dua titik pengantaran (drop-off), yaitu di kantor dan di rumah pimpinan saya.

πŸ’‘ Saran & Tips Perjalanan

Perjalanan dinas luar kota yang menggabungkan tugas teknis dan eksplorasi daerah membutuhkan persiapan yang matang agar seluruh agenda berjalan lancar. Bagi rekan-rekan teknisi maupun sysadmin yang akan melakukan kunjungan kerja ke Data Center atau DRC di luar kota, sangat disarankan untuk selalu membawa perlengkapan emergency kit IT yang lengkap di dalam tas kerja, termasuk flashdisk bootable serbaguna berisikan berbagai ISO sistem operasi. Langkah ini sangat krusial agar Anda tidak perlu repot mencari toko komputer di daerah setempat saat terjadi insiden server crash yang membutuhkan re-instalasi mendadak.

Selain persiapan sistem, pengelolaan logistik hardware dan bagasi penerbangan juga memerlukan perhatian khusus. Peralatan kerja berbahan logam atau memiliki sudut tajam seperti casing harddisk besi, obeng, cutter, ataupun tang crimping sebaiknya dipisahkan dan dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar (checked baggage) sejak awal, bukannya ditaruh di dalam tas kabin demi menghindari risiko penyitaan oleh petugas AVSEC bandara. Selain itu, jika Anda menggunakan maskapai berbiaya rendah (LCC) dengan jatah bagasi terbatas serta berencana membeli banyak oleh-oleh makanan seperti Luti Gendang khas Batam, ada baiknya memperhitungkan estimasi berat koper dan membeli tambahan kuota bagasi secara online sebelum hari keberangkatan karena tarif excess baggage langsung di konter bandara tergolong cukup mahal.

Bagi Anda yang berkesempatan mengunjungi Batam, sempatkan pula untuk menikmati keunikan kuliner dan pesona wisatanya di sela-sela jam kerja. Mencicipi Mie Tarempa, Luti Gendang, Sup Ikan Yong Kee, serta hidangan laut segar di daerah Tanjung Piayu atau Harbour Bay adalah pengalaman rasa yang sangat memanjakan lidah. Namun, karena perjalanan dinas di Batam ini praktis menjadi ajang "pesta kuliner" tinggi lemak dari pagi sampai malam, pastikan fisik Anda juga sudah siap menghadapi kolesterolβ€”baik dengan tetap mengontrol porsi makan, rajin minum air putih, hingga membawa amunisi obat atau suplemen penurun kolesterol di dalam tas perjalanan. Jika Anda ingin mencari suasana bersantai sore hari yang tidak terlalu terik, kawasan pantai di daerah Nongsa seperti Tiger Beach Club bisa menjadi alternatif yang tepat untuk menikmati es kopi dan pemandangan sunset.

Terakhir, khusus untuk aspek transportasi dan fasilitas di bandara, alokasikan waktu lebih banyak jika Anda berencana menunaikan Sholat Jumat di Bandara Hang Nadim Batam karena lokasi masjid baru berada di luar terminal dan memerlukan akses jalan kaki yang harus dilakukan secara hati-hati. Sementara itu, jika Anda tiba di Bandara Soekarno-Hatta dalam kondisi membawa banyak rombongan atau barang bawaan berlebih, memanfaatkan layanan taksi fixed price seperti Golden Bird sangat direkomendasikan karena memberikan kepastian tarif tanpa khawatir argo macet, kenyamanan kendaraan yang prima, serta fleksibilitas rute pengantaran hingga ke tujuan akhir (Jika dalam 1 rute).